4 Hal yang Tidak Boleh Dikatakan Pada Anak

Memiliki dan membesarkan sang buah hati punya seni tersendiri. Apalagi, kata para pemerhati anak, tidak ada sekolah khusus untuk menjadi orang tua.
Tak jarang, kita terlalu yakin mampu membesarkan buah hati dengan cara sendiri.
Ternyata, tidak semudah itu.

Berawal dari komunikasi sehari-hari, perkembangan anak pun bisa saja terganggu.
Nah, bapak dan ibu, ada kata-kata yang sebaiknya tidak
Anda lontarkan untuk buah hati tercinta.
Apa itu….??

1. ”Pergi sana! Bapak Mau Sendiri!”

Ketika Anda kerap melontarkan kata-kata ini pada anak, Suzette Haden Elgin, pendiri Ozark Center, mengatakan anak-anak akan berpikir tidak ada gunanya berbicara dengan orang tuanya karena mereka selalu diusir. ”Jika Anda terbiasa mengatakan hal-hal itu pada anak-anak sejak mereka kecil, biasanya mereka akan mengatakan hal serupa ketika dewasa.”

2. ”Kamu Itu…”

Pelabelan pada anak adalah cara pintas untuk mengubah anak-anak. Jika seorang ibu mengatakan, ”Anak saya memang pemalu”, maka anak akan menelan begitu saja label itu tanpa bertanya apa pun. Apalagi, bila kita memberikan label buruk pada anak-anak, itulah yang akan melekat dalam benak mereka. Seumur hidup.

3. ”Jangan Nangis”

Atau, kata-kata serupa seperti, ”Jangan cengeng” atau ”Nangis melulu”. Padahal, untuk anak-anak yang belum dapat mengekspresikan emosi lewat kata-kata, mereka hanya dapat menyalurkannya dengan cara menangis. Adalah wajar, bila anak-anak merasa sedih atau ketakutan. ”Sebenarnya, wajar saja bila ortu ingin melindungi anak mereka dari perasaan-perasaan itu.

Tapi, dengan mengatakan ”jangan” tidak berarti anak-anak akan lebih baik. ”Ini juga akan memberikan kesan bahwa emosi mereka tidak benar, bahwa tidak baik untuk merasa takut atau sedih,” ujar Debbie Glasser, direktur Family Support Services. Lebih baik, katakan pada anak bahwa Anda memahami perasaan sedih yang dia alami. ”Ibu paham kamu takut dengan ombak. Ibu janji tidak akan melepaskan tanganmu lagi, Nak…”

4. ”Kenapa kamu tidak bisa seperti saudaramu?”

”Lihat tuh, Doni rapi banget mengancing bajunya. Kok kamu tidak bisa?”
Para pakar menilai wajar orang tua membandingkan anak-anaknya. Ini akan menjadi referensi terhadap perkembangan anak-anak. Namun, tolong, jangan katakan ini di depan anak-anak. Ini karena tiap anak adalah individu yang berbeda. Mereka punya kepribadian tersendiri. Membandingkan anak dengan orang lain berarti Anda menginginkan anak

About these ads

About maulanar
Terima kasih telah memberikan komentarnya... Dan selamat membaca setiap artikel yang ada, semoga memberikan setiap manfaat dari apa yang di baca... May you all be the lucky

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 107 other followers